10 kebajikan dalam agama buddha

Dalam agama Buddha, terdapat kisah tokoh yang terkenal memiliki sifat yang sangat bengis dan jahat yang dikenal dengan nama Angulimala. Awalnya Angulimala adalah anak yang sangat cerdas dan patuh kepada gurunya. Akan tetapi, karena hasutan dari teman-temannya yang iri kepada Angulimala, akhirnya gurunya melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan.
Di dalam sutta dikatakan metode ini diterapkan pada agama-agama kontemporer lainnya di India pada masa Buddha. Bahkan, guru pertama dari Siddhartha, sebelum mereka mencapai keadaan kesadaran (Pali: Bodhi ), dikatakan telah cukup terampil dalam samatha (meskipun istilah tersebut belum diciptakan pada masa itu).
Dalam Iddhipāda¹ dijelaskan pula tentang kondisi-kondisi yeng berguna untuk memungkinkan seseorang mencapai kesuksesan, yaitu : 1. Chanda : kepuasan dan kegembiraan dalam mengejakan hal yang sedang . dikerjakan. 2. Viriya : semangat dalam mengerjakan sesuatu. 3. Citta : memperhatikan dengan penuh hati-hati tentang hal-hal yang sedang. dikerjakan.
Istilah Hinayana ( Sanskerta: हीनयान) adalah istilah dalam agama Buddha yang muncul setelah Mahayana berkembang. Istilah ini sebenarnya kurang tepat dipakai. Penggunaan pasangan yang lebih baik adalah Theravada - Mahayana, dan bukannya Hinayana - Mahayana. Hinayana berarti kendaraan kecil, yang menunjukkan jumlah pengikut agama
Hukum aksi dan reaksi dalam ilmu fisika klasik dipahami dengan istilah lain dalam agama Buddha, yakni hukum sebab Akibat. SN.1.293 menyatakan, Sebagaimana benih yang ditabur, itulah buah yang akan dituai; pembuat kebajikan akan menuai kebajikan, pembuat kejahatan akan menuai kejahatan.
Pandita dalam pengertian, orang yang dilantik dalam organisasi Buddhis sebagai pemimpin agama Buddha dalam hal umat perumah tangga. Pandita dalam agama Buddha disebut Upasaka & Upasika. Sebutan untuk Pandita laki-laki ialah Romo yang artinya Bapak. Sebutan untuk Pandita wanita ialah Ramani yang artinya Ibu.
\n \n 10 kebajikan dalam agama buddha
Memang sulit melatih kebajikan berdana sesuai dengan intensitas keserakahan dan keegoisan seseorang (Silva 2005:28,dalam Bodhi). Sang Buddha menjelaskan betapa sulitnya memberikan dāna bagi mereka yang kurang menggerti akan manfaat berdana, ”Sang buddha mengibaratkaan berdana bagaikan pertempuran” (S.
Definisi kebaikan berbeda-beda sesuai kepercayaan. Setiap kepercayaan memiliki dasar keagamaan yang mendorong aksi kebaikan. Kebaikan yang diajarkan kepercayaan sifatnya sederhana. Bahkan
Sang Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Dasa Punnakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, punna, kiriya dan vatthu. Dasa artinya sepuluh, Punna artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, Kiriya artinya melakukan, vatthu artinya dasar, hal, cara.
5. Salam Kebajikan. Salam Kebajikan merupakan salam yang ada dalam agama Konghucu, seperti yang terdapat dalam buku keimanan agama Konghucu. Salam ini dalam bahasa China, sering diucapkan Wei De Dong Tian yang dapat diartikan ‘hanya kebajikan Tuhan berkenan, atau hanya orang yang hidupnya menjalankan Kebajikan saja yang berkenan kepada Tuhan.
.

10 kebajikan dalam agama buddha